Artikel
Panduan praktis seputar media sosial, iklan, dan komunikasi pasien untuk klinik, rumah sakit, dan dokter.
Artikel baru, langsung ke email Anda
Satu email setiap bulan untuk tim marketing klinik dan rumah sakit.
Pertanyaan seputar promosi dan aturan iklan
Apa saja yang tidak boleh ada di iklan klinik?
Di antaranya janji kesembuhan, kata "terbaik", testimoni pasien, dan diskon tindakan, sesuai aturan iklan dan publikasi pelayanan kesehatan (Permenkes 1787/2010).
Bolehkah dokter membuat konten di media sosial?
Boleh, selama kontennya edukasi dan tidak berupa promosi diri.
Bagaimana cara promosi klinik baru di media sosial?
Mulailah dari konsistensi: konten rutin yang menjawab pertanyaan calon pasien, dengan jadwal, visual, dan bahasa yang seragam. Iklan bekerja lebih baik setelah konten organik berjalan. Studi kasus Klinik Mata Boyolali menunjukkan cara kami membangun kehadiran digital klinik baru dari nol.
Konten edukasi kesehatan seperti apa yang cocok untuk klinik?
Konten yang berangkat dari pertanyaan pasien, misalnya "Kapan perlu memeriksakan mata?", dan sudah ditinjau pihak klinis sebelum tayang. Konten yang hanya membahas layanan jarang menjawab pertanyaan itu, jadi kurang dicari dan kurang dipercaya.
Konsultasi gratis 30 menit
Ceritakan kondisi klinik Anda. Kami akan memberi 2–3 rekomendasi solusi, meskipun Anda belum memutuskan bekerja sama dengan kami.
core@eskala.id